Sejarah Buku Tes Buta Warna Ishihara

Monday, April 6th 2015. | BUKU ISHIHARA

buku-ishiharaPagi kawan… Ya, admin kami menulis artikel ini memang pada saat pagi hari dimana orang masih terlelap tidur. Tapi kami tidak. Kami berusaha memberikan informasi akurat bagi anda para pelaku usaha, para stakeholder pemerintahan serta teman – teman yang mengalami buta warna parsial dan sedang mencari buku ishihara original dari kami. Sebelum memilih buku ishihara asli, anda harus tau mengenai sejarah buku tes buta warna ishihara kan? Yuk ikuti ceritanya…

Buku ishihara ini ditemukan oleh seorang professor dari Jepang bernama Dr. Shinobu Ishihara. Dahulu saat Jepang akan ekspansi militer besar – besaran, mereka banyak membutuhkan orang – orang pintar / engineer dengan pandangan yang prima karena mereka akan dipekerjakan identik dengan unsur – unsur kimia teknologi. Selang beberapa waktu, Jepang yang tergolong jagoan Asia dalam perang dunia sudah dipenuhi dengan beberapa pemuda terbaik Jepang yang ahli dalam segala bidang ilmu sains, baik kimia, nuklir, fisika dan pakar persenjataan. Mereka diharuskan pemerintah Jepang untuk mengeksplorasi dan memproduksi persenjataan Jepang.

Pada saat produksi dan riset persenjataan Jepang sudah dimulai, ada beberapa kendala yang dialami oleh mereka. Mereka belum bisa menyempurnakan pengembangan teknologi atom dan nuklir dikarenakan beberapa tenaga ahli mereka merasa kesulitan membedakan warna pada unsur – unsur kimia pembuat nuklir berbahan atom untuk persenjataan. Kendala ini kemudian disampaikan pada Tokyo University yang mana di dalamnya ada seorang Dokter pakar mata bernama Shinobu Ishihara. Di tahun 1910 Dr. Shinobu masuk  ke militer Jepang dimana beliau menjadi instruktur di kedokteran militer Jepang. Di sana selain memeriksa dan mengobati para pasien, beliau juga diminta untuk mengetest calon anggota militer Jepang untuk ketidaknormalan pada mata. Pada awalnya, buku Ishihara merupakan lukisan cat air menggunakan simbol Hiragana.

Metode yang digunakan Shinobu Ishihara ini cukup efektif menyeleksi siapa saja anggota militer Jepang yang normal dan mana yang susah membedakan warna. Bagi siapa yang kesusahan membedakan warna, maka mereka di tempatkan di bidang yang tidak berhubungan dengan unsur kimia. Sementara yang normal bisa kembali dipekerjakan sebagai engineer pembuat persenjataan kimia Jepang.

Akhirnya, setelah Dr. Shinobu Ishihara bisa menyelesaikan masalah militer Jepang itu, nama beliau semakin terkenal. Apalagi di kemudian hari dia menerbitkan buku khusus yang diperuntukkan bagi semua instansi untuk tes buta warna. Beliau menerbitkan buku The Ishihara Color Vision Charts pada tahun 1918. Hingga saat ini hampir se abad penemuan awalnya, buku ishihara masih menjadi primadona utama dan pertama sebagai media pengetes seseorang, apakah dia normal atau buta warna. Selain bku tes buta warna, Dr. Shinobu Ishihara juga memberikan pengaruh yang nyata bagi pengembangan dunia trachoma dan myopi di kedokteran Jepang.

Nama dr. Ishihara mulai dikenal dunia secara luas setelah beliau menerbitkan buku . Bahkan saat ini, buku tersebut masih menjadi salah pilihan utama hampir di semua negara untuk membedakan pasien yang dapat membedakan warna atau tidak. Sedikit di ketahui bahwa dr. Shinobu juga mengembangkan penemuan untuk ketajaman penglihatan dan alat untuk menentukan titik terdekat mata untuk dapat melihat. Beliau juga membuat kontribusi yang cukup besar pada bidang trachoma dan myopi.

Semoga bisa memberikan sedikit informasi mengenai sejarah buku ishihara yang saat ini anda cari. Silakan pesan buku yang asli di CV. Fitrah Cemerlang

 

Incoming search terms:

  • buku ishihara adalah
  • pemuan teori buta warna
  • siapa ishihara
  • sjarah tes buta warna
tags: ,