Ini Dia Faktor Penyebab, Dampak Dan Pengobatan Buta Warna

Wednesday, August 23rd 2017. | PAKET BUTA WARNA

Pengobatan buta warna yang disebabkan oleh faktor keturunan masih dalam proses pengembangan dan penelitian. Belum ada obat yang dianggap mampu memberikan kesembuhan. Akan tetapi untuk kasus buta warna yang disebabkan oleh faktor eksternal masih bisa diberikan upaya penanganan hingga penglihatan bisa sembuh seperti semula. Buta warna merupakan kondisi dimana terjadi gangguan persepsi warna pada penglihatan. Penderitanya biasanya mengalami kesulitan untuk membedakan warna merah, hijau, biru dan warna- warna turunan dari warna- warna dasar cahaya tersebut.

penyebab-buta-warna

Salah satu bagian dari mata kita adalah retina yang berfungsi untuk mengirim signal warna cahaya pada mata. Pada bagian retina sendiri ada dua sel yang berperan penting dalam menerima simpul warna cahaya yang masuk yakni sel cones atau konus/ kerucut dan sel rods atau bacillus. Pada orang yang bermata normal, sel konus/ kerucut bisa menangkap impuls warna pada cahaya dengan tepat dan sangat baik. Dia akan berfungsi optimal dan meneruskan warna cahaya ke seluruh bagian mata. Sel rods juga akan bergerak dengan gerakan yang stabil yang mengalirkan impuls warna secara maksimal.

Pada penderita buta warna, sel kerucut atau konusnya akan lebih mengerucut dibanding dengan sel konus orang normal. Bisa dibilang sel kerucutnya menguncup lebih kecil lagi seperti bunga yang belum mekar. Hal ini tentu saja akan mengganggu aliran warna yang akan diproses dan dikirimkan ke seluruh mata. Sedangkan sel rods atau bacillusnya bergerak cukup lambat sehingga impuls warna tidak bisa disebarkan ke seluruh bagian mata dengan sempurna. Jika kondisi ini dibiarkan, maka sel konus dan sel basilus akan pasif yang pada akhirnya akan membuat kemampuan mata untuk membedakan warna semakin menurun.

Penyebab Buta Warna

Banyak kasus buta warna yang disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Akan tetapi masih banyak faktor- faktor lain yang bisa memicu terjadinya buta warna. Penyebab buta warna akan diulas dalam uraian berikut.

  1. Faktor genetic

Ketika faktor genetic menjadi penyebab utama terjadinya buta warna, maka buta warna tersebut sudah dirasakan sejak lahir. Seorang laki- laki yang buta warna belum tentu memiliki anak yang menderita buta warna kecuali sang ibu memiliki gen buta warna juga. Hal ini terjadi karena wanita memiliki peran yang lebih besar sebagai pembawa gen (carrier) dan mewariskan resiko buta warna pada anak. Penderita buta warna yang disebabkan oleh faktor genetic biasanya lebih sering berjenis kelamin laki- laki. Pada perempuan, mereka berpotensi terkena buta warna apabila kedua orang tuanya adalah pembawa gen buta warna. Meskipun begitu terkadang kondisi ini melewati satu generasi.

  1. Penyakit

Ada beberapa penyakit yang bisa memicu terjadinya buta warna seperti penyakit Alzheimer, glaucoma, kanker darah atau leukemia, diabetes, anemia sel sabit, degenerasi macula, dan Parkinson. Buta warna juga bisa menyerang orang- orang yang kecanduan alkohol.

  1. Faktor usia

Proses penuaan terjadi secara alamiah dan dialami oleh semua orang. Semakin bertambahnya usia, seringkali akan mengakibatkan berkurangnya kemampuan seseorang untuk membedakan warna- warna.

  1. Bahan kimia

Beberapa bahan kimia seperti karbon disulfide dan pupuk bisa menyebabkan anda mengalami buta warna jika terpapar secara langsung. Hal ini bisa terjadi jika anda bekerja ditempat- tempat yang ditemukan zat kimia ini.

  1. Efek samping pengobatan

Beberapa obat- obatan juga bisa memicu terjadinya buta warna seperti digoxinm klorokuin sildenafil dan phenytoin. Jika efek samping pengobatan ini menjadi pemicu buta warna anda maka kondisi penglihatan akan semakin membaik jika anda menghentikan konsumsi obat- obatan tersebut.

  1. Katarak dan luka mata

Penyakit katarak dan juga luka yang terjadi di mata bisa menimbulkan buta warna.

Gejala buta warna

Gejala buta warna sebenarnya sangat bervariasi. Beberapa penderita tidak menyadari bahwa dia menderita buta warna karena itu mereka alami sejak mereka lahir. Tidak semua penderita buta warna sama sekali tidak bisa membedakan warna dan hanya bisa mengenali hitam, putih dan abu- abu. Banyak penderita buta warna yang hanya tidak mampu mengenal salah satu warna dari tiga warna dasar cahaya.

Dampak buta warna

Banyak sekali dampak yang akan dirasakan oleh penderita buta warna pada kehidupan sehari- hari. Itulah sebabnya pengobatan buta warna harus terus dikembangkan sehingga dampak yang mereka rasakan bisa berkurang. Pada kesehariannya, penderita buta warna akan kesulitan untuk membedakan warna pakaian, warna lampu lalu lintas dan symbol- symbol. Bahkan bagi mereka yang akan bekerja, atau menganyam pendidikan di perguruan tinggi, seringkali mereka dideskriminasikan. Mereka akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan tertentu karena ketidakmampuan mereka membedakan warna.

Sebenarnya diskriminasi ini tidak adil bagi penderita buta warna. Tidak semua aktifitas pada perusahaan menuntut karyawannya untuk bisa mengenali warna. Contohnya saja pekerja pada bagian perawatan mesin. Tentu memiliki kondisi buta warna tidak akan mempengaruhi performa mereka dalam bekerja karena yang mereka hadapi adalah benda- benda dari logam seperti gear, poros, baut, dan rantai yang biasanya berwarna silver. Memang bisa dimaklumi jika diskriminasi ini terjadi pada pekerja yang bertanggung jawab dengan listrik. Kondisi buta warna tentu akan sangat mengganggu karena pekerja dituntut untuk mampu membedakan warna- warna kabel. Jika terjadi kesalahan dalam mengenali kabel, maka akan terjadi hal- hal yang akan merugikan perusahaan. Melihat contoh diatas tentu kita bisa menyimpulkan bahwa tidak seharusnya semua perusahaan memberlakukan test buta warna untuk memilih karyawannya. Ini akan memberikan dampak yang cukup buruk bagi kondisi psikologis penderita buta warna.

Bagaimana mengetes buta warna?

Pemeriksaan mata apakah menderita buta warna atau tidak bisa dilakukan dengan uji anomaloskop, uji Holmgren, uji Farnsworth munsell 100 hue, dan uji ishihara. Uji Ishihara atau pseudoisokromatik dilakukan untuk mengevaluasi defek penglihatan warna merah hijau secara kualitatif. Uji Farnsworth munsell dilakukan untuk defek penglihatan biru- kuning. Kedua uji ini, Farnsworth dan Ishihara, sering digunakan untuk pemeriksaan optamologis.

Pola pengujian untuk mengukur persepsi warna anda juga dilakukan dengan test melihat suatu pola gambar. Pola gambar ini terdiri dari kumpulan titik yang merangkai atau membuat suatu bentuk. Selain test pola gambar, pengujian juga bisa dilakukan dengan menyusun gradasi warna.

Pengobatan buta warna

Seperti disebutkan sebelumnya, buta warna yang disebabkan oleh faktor eksternal bisa diperbaiki dengan tindakan yang tepat. Buta warna juga sebenarnya bisa diminimalisir dampak dan akibatnya . Yang pertama yaitu anda bisa menggunakan terapi alami yaitu dengan memperbanyak berlatih membaca buku tes buta warna. Kami sangat merekomendasikan anda untuk membeli PAKET TERAPI 30 HARI LOLOS TES BUTA WARNA dari CV. FITRAH CEMERLANG

Hanya dengan cara itulah yang sangat efektif mengurangi dampak buruk dari buta warna. Perlahan anda atau putra anda akan bisa mempelajari warna dan memahami 1 demi 1 angka – angka yang terdapat pada buku ishihara sehingga ke depan diharapkan bisa lolos tes buta warna dengan mudah.

tags: , , , ,